Self-evaluation (alstrukdat task)

this is my first task in third semester with my blog, my lecturer ask me to write my weakness and strengths in here. the purpose is we can correct ourselves again with this task, and we can solve it.

weakness :
1. quickly bored
2. too long to think
3. troubled expression
4. quickly forgot
5. unstable
6. rarely read to book
7. moody

strengths :
1. quickly adapt
2. easy to talk
3. have the ability in music & photograph
4. like new thing
5. not easily give up
6. positive thinking
7. hardworking
8. capable of working individual or team

i think this is enough, so i hope i can improve myself.

source picture : http://s3.hubimg.com/u/6017586_f496.jpg and http://www.netguide4u.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/weakness1.jpg

Advertisements

TUGAS PENGANTAR TEKNIK INFORMATIKA

PERBEDAAN COMPILER DAN INTERPRETER

Compiler adalah program yang menterjemahkan bahasa pemrogaman dari bahasa tingkat tinggi ke dalam bahasa mesin.

Interpreter adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi kode program ditulis oleh programmer, lalu menerjemhkannya ke dalam bahasa mesin sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut.

Perbedaannya :

1. Jika menjalankan program hasil kompilasi dapat dilakukan tanpa butuh kode sumber. Kalau interpreter butuh kode sumber.

2. Jika compiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam 2 tahap terpisah, yaitu parsing ( pembuatan kode objek ) dan linking ( penggabungan kode objek dengan library ) . Interpreter tidak ada proses terpisah.

3. JIka compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library.

4. Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul ( sub-routine / program-program kecil ). Maka compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek dengan library yang diperlukan.

5. Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau bahkan tidak bisa dioptimasikan

EASY TO UNDERSTAND

Continue reading